Dinamika Islamisasi di Banyumas: Peran Tokoh Lokal dan Transformasi Sosial-Budaya Abad 15–17 M
DOI:
https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i3.2711Keywords:
Islamisasi Banyumas SejarahAbstract
Penelitian ini hadir untuk menyingkap dinamika historis penyebaran Islam di wilayah Banyumas selama periode penting abad ke-15 hingga ke-17 Masehi. Proses Islamisasi di kawasan ini dikenal unik karena terjalin secara bertahap, dengan mengedepankan pendekatan budaya dan kearifan lokal sebagai kunci utama metode dakwah yang inklusif. Kesuksesan ini ditopang oleh kontribusi figur-figur sentral di masanya: Syaikh Mahdum Wali sebagai pelopor di awal abad ke-15; Kyai Raden Adipati Wargahutama (Jaka Kaiman) yang melembagakan nilai-nilai Islam dalam struktur pemerintahan lokal sejak tahun 1582; hingga Kyai Mustolih dari Cikakak yang mengamalkan dakwah kultural dan spiritual di wilayah perbukitan pada abad ke-17. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif dan pendekatan historis, penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan Islamisasi Banyumas terletak pada kemampuan para tokoh lokal untuk mengharmonisasi ajaran Islam dengan tradisi pra-Islam secara damai, sehingga menghasilkan karakter keislaman yang toleran dan membumi.







