Kajian Gender dalam Pembelajaran Sejarah di Sekolah Menengah Atas
DOI:
https://doi.org/10.33503/maharsi.v7i3.2976Keywords:
Kajian Gender, Sekolah Menegah Atas, Pembelajaran SejarahAbstract
Pembelajaran sejarah di Sekolah Menengah Atas (SMA)
memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kritis peserta
didik terhadap realitas sosial, termasuk isu ketimpangan gender.
Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah
masih cenderung mereproduksi narasi androcentris dan kurang
sensitif terhadap perspektif gender. Artikel ini bertujuan untuk
mengkaji secara mendalam praktik pembelajaran sejarah di SMA
ditinjau dari perspektif gender, dengan fokus pada representasi
gender, praktik pedagogis guru, serta pemahaman dan kesadaran
gender peserta didik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi
proses pembelajaran sejarah, wawancara mendalam dengan guru dan
peserta didik, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pembelajaran sejarah di SMA belum secara
sistematis mengintegrasikan perspektif gender, baik dalam penyajian
materi maupun strategi pedagogis. Praktik pembelajaran yang
berorientasi pada buku teks dan narasi tokoh laki-laki berdampak
pada terbatasnya pemahaman kritis peserta didik terhadap relasi
gender dalam sejarah. Meskipun demikian, pembelajaran sejarah
berperspektif gender terbukti memiliki implikasi positif dalam
meningkatkan kesadaran gender dan empati historis peserta didik
apabila diterapkan secara reflektif dan dialogis.







