Transformasi Perilaku dan Peningkatan Literasi Melalui Integrasi Program Bimbingan Belajar dan Aksi Peduli Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.4567/prosiding_pengabdianmasyarakat.v4i1.2479Keywords:
Peduli Lingkungan, Bimbingan Belajar, Capacity BuildingAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengatasi dua tantangan utama di RW Ciwulan 12, yaitu rendahnya kesadaran lingkungan dan minimnya pendampingan belajar bagi anak usia sekolah. Program ini dirancang melalui kolaborasi strategis antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Metode pelaksanaan dimulai dengan observasi, pendekatan formal kepada Ketua RW, dilanjutkan dengan kegiatan inti: peduli lingkungan (kerja bakti, pemilahan sampah, dan penanaman pohon hias) dan bimbingan belajar (fokus pada calistung dengan metode bermain sambil belajar) bagi anak usia 7–12 tahun. Hasil program menunjukkan dampak positif yang signifikan, antara lain peningkatan motivasi belajar dan kemampuan dasar anak-anak, serta tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan. Keberhasilan yang menonjol adalah terbentuknya kelompok belajar informal yang diprakarsai anak-anak dan munculnya usulan warga agar kegiatan ini dijadikan agenda rutin bulanan. Program ini juga memperkuat nilai gotong royong dan solidaritas sosial. Untuk menjamin keberlanjutan, dilakukan pelatihan capacity building kepada remaja dan tokoh masyarakat sebagai fasilitator lingkungan dan literasi. Kesimpulan menunjukkan bahwa model kolaborasi yang mengintegrasikan aspek pendidikan dan lingkungan secara simultan mampu menciptakan perubahan perilaku yang nyata dan berkelanjutan, serta menjadi praktik baik yang dapat direplikasi.