Pemanfaatan Permainan Tradisional Untuk Meningkatkan Kegiatan Fisik dan Kognitif Pada Remaja
DOI:
https://doi.org/10.4567/prosiding_pengabdianmasyarakat.v4i1.2983Keywords:
Traditional games, cultural identity, youth generation, indonesian culture, cultural preservationAbstract
Abstrak
Permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga berpotensi besar dalam mendukung perkembangan fisik dan kognitif remaja. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan remaja dalam permainan tradisional dapat meningkatkan aktivitas fisik melalui gerakan tubuh yang variatif dan intens, serta merangsang berbagai keterampilan motorik dasar seperti koordinasi, kelincahan, dan daya tahan. Selain itu, aktivitas bermain tradisional juga mengandung aspek aturan, strategi, dan interaksi sosial yang menantang fungsi kognitif, termasuk kemampuan pemecahan masalah, pengambilan keputusan, serta kerja sama tim. Literatur yang ada mengindikasikan bahwa permainan tradisional melibatkan elemen fisik dan mental yang seimbang sehingga berkontribusi pada physical literacy dan perkembangan kognitif remaja secara holistik. Integrasi permainan tradisional dalam kegiatan pembelajaran dan kurikulum pendidikan jasmani dapat menjadi strategi efektif untuk mempromosikan gaya hidup aktif dan kemampuan berpikir kritis generasi muda dalam era digital saat ini.
Kata kunci: Permainan tradisional, identitas budaya, generasi muda, budaya Indonesia, pelestari