Perwatakan Tokoh Utama Dalam Novel Melangkah Karya JS Khairen (Analisis Psikologi Sastra)

Authors

  • Leontina Tirel Universitas Insan Budi Utomo, Indonesia
  • Nurwakhid Muliyono Universitas Insan Budi Utomo, Indonesia

Keywords:

Perwatakan, tokoh, Sastra Novel, Psikologi Sastra

Abstract

Novel Melangkah merupakan salah satu karya JS Khairen, karya sastra yang diciptakan oleh khairen asal indonesia. Novel Melangkah merupakan sebuah Novel karya J. S. Khairen memang sosok penulis yang sangat berkarakter sehingga hal tersebut sangat tampak dari gaya tulisan yang disajikan pada novel Melangkah. Gaya penulisannya yang begitu khas dan menarik sudah sangat mengakar pada semua karyanya. Jenis Penelitian ini adalah penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Dalam penelitian ini berupa hasil membaca novel berulang-ulang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perwatakan tokoh utama dalam novel melangkah Karya js khairen (Analisis Psikologi Sastra) yaitu bahwa konflik batin yang dialami oleh tokoh utama sangat dipengaruhi oleh interaksi antara struktur kepribadian: id, ego, dan superego. Konflik-konflik ini meliputi kecemasan, emosi yang tidak terkontrol, marah, rasa bersalah, ketidaknyamanan, dan kekecewaan. Konflik tersebut dipicu oleh ketidakseimbangan antara dorongan yang berasal dari id dan norma sosial yang diterima oleh superego. Selain itu, peneliti menemukan empat mekanisme pertahanan ego yang digunakan oleh tokoh utama untuk mengatasi permasalahan psikologisnya. Pertama, represi, yang dilakukan tokoh utama untuk menekan kecemasan dan perasaan negatif melalui pengalihan emosi. Kedua, rasionalisasi,yang muncul saat tokoh utama menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian-kejadian yang tidak sesuai harapan. Ketiga, pengalihan (displacement), yang digunakan untuk mengalihkan perasaan negatif dengan melakukan aktivitas lain. Keempat, agresi, yang terlihat ketika tokoh utama melampiaskan emosinya dalam bentuk tindakan fisik.

References

Aminudin. (2009). Pengantar Apresiasi Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Budianta, Melani, dkk. 2003. Membaca Sastra. Magelang: Indonesiatera.

Departemen Pendidikan Nasional. (2001). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: balai Pustaka.

De.academic.(2013).Migrantenliteratur.http://de.academic.ru/dic.nsf/dewiki/955929. Diunduh pada tanggal 7 April 2013 pukul 14:50 WIB.

Endraswara, Suwardi. (2011). Metodologi Penelitian Sastra epistemologi, model, teori dan aplikasi. Yogyakarta: caps.

Friedman, Howard S. dan Mariam W Schustack. 2006. Kepribadian Teori Klasik dan Riset Modern. Jakarta: Erlangga.

Götz, Dieter, G. Haensch, H. Wellman.(2007). Langenscheidt Gröβwörterbuch, Deutsch als Fremdsprache. Berlin & München: Langenscheidt KG.

Haerkötter, Heinrich. (2019). Deutsche Literaturgeschichte. Darmstadt: Winklers Verlag.

Hartoko, Dick. dan B. Rahmanto (2010). Pemandu di Dunia Sastra. Yogyakarta: Kanisius.

Ismailkaempfer.wordpress.(2013).Migrantenliteratur.http://ismailkaempfer.wordpress.com/2010/12/29/sastra-kontemporer-jerman-migrantenliteratur. Diunduh pada tanggal 7 April 2013 pukul 14:36 WIB.

Kartono, Kartini. 1992. Psikologi Wanita. Bandung: Mandar Maju.

Koswara, E. (2016). Teori-teori Kepribadian. Bandung: Eresco. Literaturfestival.2012.FeridunZaimoglu.http://www.literaturfestival.com/teilnehmer/autoren/2009/feridun- Zaimoglu. Diunduh pada tanggal 15 Maret 2012 pukul 18:40 WIB.

Magdalena D, Maria. (2012). Kajian Psikologi dan Perwatakan Tokoh Klara dalam Drama Maria Magdalena Karya Friedrich Hebbel. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta

Downloads

Published

30-12-2024

Citation Check