Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Pemberitaan Isu Kekerasan Seksual di Universitas Jenderal Soedirman Dalam Detik.com

Authors

  • Gholi Alaudin Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia
  • Wisnu Widjanarko Universitas Jendral Soedirman, Indonesia
  • Nana Sutikna Universitas Jendral Soedirman, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33503/paradigma.v32i1.2858

Keywords:

analisis wacana kritis, fairclough, kekerasa seksual kampus, media daring, unsoed

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemberitaan Detik.com mengenai dugaan kekerasan seksual seorang guru besar di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui kerangka Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough. Data terdiri dari tiga artikel Detik: laporan awal tuduhan (“Heboh Guru Besar Unsoed Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Mahasiswi”), respons rektorat (“Kata Rektorat soal Dugaan Kekerasan Seksual Guru Besar Unsoed ke Mahasiswi”), dan reaksi kampus terhadap kabar tersebut (“Saat Unsoed Diguncang Kabar Mahasiswi Jadi Korban Kekerasan Seksual Guru Besar”) (Detik.com, 24 Juli 2025). Melalui analisis tekstual, praktik wacana, dan praktik sosial-budaya, penelitian menemukan bahwa media menegaskan kontras kuasa antara pelaku akademik (“guru besar”) dan korban mahasiswa (“mahasiswi”), menggunakan modalitas kehati-hatian seperti “diduga” untuk menjaga kewaspadaan hukum sekaligus menyoroti urgensi publik. Pemberitaan memberi ruang legitimasi kepada berbagai aktor seperti mahasiswa, rektorat, dan Satgas PPKS yang menciptakan arena tuntutan moral dan institusional. Secara sosiokultural, wacana ini mencerminkan ideologi keadilan gender, akuntabilitas kampus, dan perlindungan korban, sekaligus menuntut transparansi prosedural dari institusi pendidikan tinggi. Media dalam kasus ini berfungsi tidak hanya sebagai pelapor peristiwa, tetapi juga sebagai agen moral yang mendorong transformasi budaya akademik dan struktur kuasa. Temuan penelitian menegaskan pentingnya mekanisme penanganan kekerasan seksual yang lebih kredibel dan sensitif gender serta peran media sebagai pendorong akuntabilitas institusi.

References

Detik.com. “Heboh Guru Besar Unsoed Diduga Lakukan Kekerasan Seksual ke Mahasiswi.” 24 Juli 2025.

Detik.com. “Kata Rektorat soal Dugaan Kekerasan Seksual Guru Besar Unsoed ke Mahasiswi.” 24 Juli 2025.

Detik.com. “Saat Unsoed Diguncang Kabar Mahasiswi Jadi Korban Kekerasan Seksual Guru Besar.” 24 Juli 2025.

Eriyanto.2001. Analisis Wacana. Yogyakarta:Lkis

Fairclough, N. (2003). Analysing discourse: Textual analysis for social research. Routledge.

Fairclough, Norman dan Ruth Wodak. 1997. Discourse as Social Interaction. London: Sage Publication.

Haslina, W., Rahmi, A., & Azlan, U. (2023). Anies Baswedan’s 2024 Candidacy Presidential Declaration: Norman Faircough Critical Discourse Analysis (Deklarasi Capres 2024 Anies Baswedan: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough). Gramatika STKIP PGRI Sumatera Barat, 9(2), 286-300.

Kartikasari, S. (2020). Analisis wacana kritis Nourman Fairclough terhadap pemberitaan Jokowi naikkan iuran BPJS di tengah pandemi. An-Nida: Jurnal Komunikasi Islam, 12(2), 113-124.

Mudiawati, R. C., Hudiyono, Y., & Suhatmady, B. (2023). Analisis wacana kritis Norman Fairclough terhadap bahasa slogan aksi demonstrasi guru di Samarinda. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(3), 739-762.

Munfarida, E. (2014). Analisis wacana kritis dalam perspektif Norman Fairclough. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 8(1), 1-19.

Pahlevi, Reza. 2024. Ini Media Online Paling Banyak Dikonsumsi Warga Indonesia. Katadata.co.id.

Downloads

Published

31-01-2026

Citation Check