Menulis Pentigraf Menggunakan Kekayaan Kuliner Lokal untuk Melestarikan Warisan Budaya Tak Benda

Authors

  • Umi Salamah Universitas Insan Budi Utomo, Indonesia
  • Rokhyanto Universitas Insan Budi Utomo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33503/paradigma.v32i1.2864

Keywords:

Modul pentigraf; kuliner local; warisan budaya tak benda.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk ajar berupa modul penulisan pentigraf berbasis kuliner lokal untuk melestarikan warisan budaya tak benda. Pentigraf, sebagai genre sastra kontemporer yang ringkas namun padat makna, memiliki potensi besar untuk mendokumentasikan pengetahuan, memori, dan nilai-nilai kultural yang terkandung dalam kuliner tradisional. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan pendidikan model Borg dan Gall, yang disesuaikan menjadi empat tahapan: penelitian awal dan pengumpulan informasi, pengembangan produk, uji coba produk, dan revisi produk. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Malang pada Semester Ganjil 2025, dengan melibatkan siswa kelas XI.1 sebagai subjek uji coba. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis produk berupa modul dan karya-karya pentigraf yang dihasilkan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul penulisan pentigraf yang dikembangkan efektif meningkatkan kemampuan menulis pentigraf dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap warisan budaya tak benda. Melalui proses ini, siswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga menggali cerita, sejarah, dan filosofi di balik makanan tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa produk modul penulisan pentigraf ini efektif untuk mengajarkan literasi sekaligus mempromosikan pelestarian budaya di lingkungan sekolah. Modul ini berfungsi sebagai jembatan antara tradisi lisan dan ekspresi tertulis, bahwa kekayaan kuliner tidak hanya dinikmati sebagai hidangan, tetapi juga sebagai narasi yang terus hidup.

References

Aditya, A., & Purnomo, B. (2023). "Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerpen Siswa SMA." Jurnal Pendidikan Sastra, 12(1), 34-45.

Ajidarma, Seno Gumira. (2021). Seni Mengarang. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Amalia, R. (2020). "Narasi Kuliner sebagai Upaya Dokumentasi Warisan Budaya Tak Benda: Analisis Esai-esai Kuliner Indonesia." Jurnal Antropologi dan Humaniora, 12(3), 45-60.

Amelia, S. (2021). "Penggunaan Pentigraf untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Kreatif Siswa Kelas XI SMA." Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 121-130.

Borg, W. R., & Gall, M. D. (1983). Educational Research: An Introduction (4th ed.). New York: Longman.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.

Dewi, Anita Candra. (2023). Menulis Kreatif: Panduan Praktis Menemukan Ide dan Mengolahnya Jadi Karya. Yogyakarta: Indonesia Emas Group.

Falah, M. M., & Hidayat, R. (2022). "Efektivitas Teknik Mind Mapping dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Kreatif Puisi Siswa." Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(2), 123-135.

Hadi, D. W., et al. (2023). Kekayaan Dan Keragaman Kuliner Indonesia Menurut Penetapan. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Hasanudin, Wati. (2022). Jalan Pintas Menulis Cerpen dan Novel. Jakarta: Penerbit Laksana.

Kurniawan, B., & Supriyanto, E. (2018). "Struktur Narasi dalam Pentigraf: Analisis Cerpen Tiga Paragraf Karya Tengsoe Tjahjono." Jurnal Sastra Indonesia, 7(1), 45-56.

Lestari, A., & Wulandari, S. (2021). "Analisis Proses Kognitif Penulis dalam Menciptakan Cerita Pendek Fiksi Ilmiah." Jurnal Sastra dan Linguistik, 15(1), 45-60.

Ainun, Mas. (2021). Buku Sakti Menulis Cerpen: Rambu-rambu yang Harus Diperhatikan untuk Membuat Cerita Pendek yang Menarik dan Disukai Banyak Orang. Pusat Kajian Bahasa.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Mintz, Sidney W. (1996). Tasting Food, Tasting Freedom: Excursions into Eating, Culture, and the Past. Beacon Press.

Ratnawati, R. (2020). Kiat Jitu Menulis Pentigraf. Yogyakarta: Araska Publisher.

Sari, N. P., & Kurniawan, B. (2023). "Penggunaan Pentigraf sebagai Media Pembelajaran Menulis Narasi Deskriptif pada Siswa." Jurnal Kajian Sastra Kontemporer, 8(3), 201-215.

Sugiyono. (2017a). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2017b). Metode Penelitian dan Pengembangan (Research and Development). Bandung: Alfabeta.

Susanto, Budi. (2017). Peran Makanan dalam Kesenian dan Kebudayaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Tjahjono, Tengsoe. (2020). Pentigraf. Panduan Menulis Puisi Tiga Paragraf.

UNESCO. (2003). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Retrieved from https://ich.unesco.org/en/convention

Wardhani, S., & Nurhayati, T. (2020). "Kajian Stilistika Pentigraf: Analisis Gaya Bahasa dalam Antologi Pentigraf 'Lentera Kaca'." Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(3), 154-165.

Wellek, René & Warren, Austin. (2014). Teori Kesusastraan (terj. Melani Budianta). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

13-01-2026

Citation Check