Pengaruh Terapi Massage dan Bioenergy terhadap Peningkatan Kemampuan Gerak Halus Anak Cerebral Palsy Kelas II di Sekolah Dasar Luar Biasa (SLB) Al Ikhlas Dukun, Gresik
DOI:
https://doi.org/10.33503/paradigma.v32i1.3087Keywords:
Massage ,Bio Energy,Terapi,Belajar,Cerebral Palsy,SLBAbstract
Terapi dan Pendidikan didunia Pendidikan memiiki ikatan yang saling menunjang dalam perkembangan dan perubahan anak bahkan merupakan kebutuhan utama anak penyandang Disabilitas Cerebral Plasy untuk bisa mendapatkan kemampuan serta mengikuti kegiatan belajar mengajar secara aktif dan kreatif dalam keseharianya . Bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya anak cerebral Palsy pembelajaran perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan mereka,Terapi Bio energi ini akan sanggat membantu dalam peningkatkan, motorik halus, mengurangi ketegangan otot, menyeimbangkan dan mengkoordinasikan gerakan serta merangsang sel saraf otak untuk berkembang dan tidak melemah. Sehingga anak- anak penyandang Cerebral Plasy.Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui “Pengaruh Terapi Massage Dan Bioenergy Terhadap Peningkatan Kemampuan Motorik Gerak Halus Anak Cerebral Palsy Di Sekolah Dasar Luar Biasa (Slb) Al Ikhlas, Dukun-Gresik”,kegiatan ini dilakukan dengan dalam 4 x pertemuan sebelum pada saat dilakukan penerapiaan terhadap anak cerebral Palsy ,Terapi ini diberikan dengan Teknik massage dan bio energi.
Kata Kunci: Massage ,Bio Energy,Terapi,Belajar,Cerebral Palsy,SLB
References
Andromeda, R., Hartini, S., & Suryanto, A. (2023). Motor development disorders in children with cerebral palsy and their therapeutic management. Jurnal Pendidikan Khusus, 19(2), 120–130.
Anggraini, D., & Hapsari, I. I. (2019). Pengaruh terapi pijat terhadap perkembangan motorik anak berkebutuhan khusus. Jurnal Pendidikan Khusus, 15(1), 45–52.
Fauziah, N., & Sari, M. P. (2020). Efektivitas terapi massage terhadap peningkatan kemampuan motorik anak berkebutuhan khusus. Jurnal Terapi dan Rehabilitasi Anak, 5(2), 78–86.
Field, T. (2014). Massage therapy research review. Complementary Therapies in Clinical Practice, 20(4), 224–229. https://doi.org/10.1016/j.ctcp.2014.07.002
Graham, H. K., Rosenbaum, P., Paneth, N., Dan, B., Lin, J. P., Damiano, D. L., Becher, J. G., Gaebler-Spira, D., Colver, A., Reddihough, D. S., Crompton, K. E., & Lieber, R. L. (2021). Cerebral palsy. Nature Reviews Disease Primers, 7(1), 1–25. https://doi.org/10.1038/s41572-021-00286-1
Hernandez-Reif, M., Field, T., Largie, S., & Diego, M. (2005). Cerebral palsy symptoms in children decreased following massage therapy. Early Child Development and Care, 175(5), 445–456. https://doi.org/10.1080/0300443042000263225
Jain, S., & Mills, P. J. (2010). Biofield therapies: Helpful or full of hype? A best evidence synthesis. International Journal of Behavioral Medicine, 17(1), 1–16. https://doi.org/10.1007/s12529-009-9062-4
Levitt, S. (2013). Treatment of cerebral palsy and motor delay (5th ed.). Wiley-Blackwell.
Rosenbaum, P., Paneth, N., Leviton, A., Goldstein, M., Bax, M., Damiano, D., Dan, B., & Jacobsson, B. (2007). A report: The definition and classification of cerebral palsy. Developmental Medicine & Child Neurology, 49(Suppl. 109), 8–14.
Santrock, J. W. (2011). Child development (13th ed.). McGraw-Hill Education.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sui, Y. (2022). Bioenergy therapy and its effects on physical relaxation and body balance. Journal of Complementary Health Therapy, 14(2), 55–63.

