Penerapan Latihan Jalan Tandem Terhadap Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia Dengan Stroke Di Puskesmas Pampang

Authors

  • Airmawati Febrilia Hassiddiq Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Rahmawati Ramli Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Titik Agustini Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Samsualam Universitas Muslim Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33503/paradigma.v31i2.2070

Keywords:

jalan tandem, keseimbangan, stroke non hemorogik

Abstract

Stroke merupakan gangguan fungsi saraf yang terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak. Pada lansia, stroke sering kali disertai dengan penurunan fungsi neurologis, sensoris, dan sistem muskuloskeletal yang menyebabkan berkurangnya keseimbangan tubuh, melemahnya koordinasi otot, serta berkurangnya kemampuan motorik, yang dapat meningkatkan risiko jatuh. Risiko jatuh pada lansia menjadi perhatian utama karena dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti patah tulang, imobilisasi berkepanjangan. Untuk mengurangi risiko jatuh, diperlukan intervensi yang tepat. Salah satu latihan yang terbukti efektif adalah latihan tandem walking, yaitu berjalan lurus dengan menyusun tumit kaki yang satu tepat di depan ujung jari kaki yang lain secara bergantian. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas latihan tandem walking dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia pasca-stroke. Instrumen yang digunakan dalam evaluasi adalah Timed Up and Go (TuG) dan Morse Fall Scale (MFS), yang keduanya merupakan alat ukur standar untuk menilai risiko jatuh dan performa mobilitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan positif dalam kemampuan menjaga keseimbangan klien setelah diberikan intervensi berupa latihan berjalan tandem. Selain itu, kegiatan ini juga disertai dengan pemberian edukasi kesehatan kepada klien mengenai kondisi stroke yang dialami, serta cara-cara pencegahan jatuh yang sederhana namun efektif. Kesimpulannya latihan tandem walking merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan keseimbangan dan menurunkan risiko jatuh pada lansia, khususnya mereka yang memiliki riwayat stroke.

References

Aini, N.(2018). Teori Model keperawatan. Malang: Universitas Muhamadiyah Malang

Amin Huda Nurarif & Hadi Kusuma, (2019). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis Nanda Nic Noc (Jilid 3). Penerbit Mediaction Jogja

Arya W.W.(2019).Strategi Mengatasi & Bangkit dari Stroke.Yogyakarta: Pustaka

Astriani NMDY, Dewi PIS, Yudiastu IPI, Putra MM. The Effects of Tandem Stance Therapy on the Risk of Falling in the Elderly. J Keperawatan Glob. 2020;5(1):1-5.

17. Arianda R. Hubungan Antara Keseimbangan Tubuh

Bakara, D. M., & Warsio, S. (2016). Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif Terhadap Rentang Gerak Sendi Pasien Pasca Stroke, vii (2)

Benjamin, J. (2017). The Nothwick Park A.D.L Index. Research Occupational Therapist Northwick Park Hospital.

Bustam IG. Edukasi Penurunan Risiko Jatuh Pada Lansia di Kecamatan Sukarami Palembang. Khidmah. 2021;3(2):409-418.

Dinas Kesehatan Kota Bengkulu Tahun 2020

Erlita.(2018). Penyakit – Penyakit Mematikan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Halimi R.A & Bisrl D.Y (2019). Manajemen Pasien Stroke Perdarahan Spontan dengan Komorbid Penyakit Paru Obstruktif Kronik Yang Terjadi Bronkhospasme Intraoperasi. JNI2019;8(2);105-11

I. Syah et al., “Efek Pelatihan Senam Lansia Dan Latihan Jalan Tandem Dalam Meningkatkan Keseimbangan Tubuh Lansia Di Panti Sosial Tresna Kasih Sayang Ibu Batusangkar Sumatra Barat,” 2017.

Kedokteran,Vol.6No.1

Kemenkes. Germas diet seimbang. [Internet]. 2018; [cited 23 Oct 2019] Availablefrom: http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm

Kementerian Kesehatan R.I. Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan R.I; 2018.

Li J, Yuan M, Liu Y, Zhao Y, Wang J, Guo W. Incidence of constipation in strokepatients. Medicine (Baltimore).2016;(October):1–6.

Mutiara sari Diah (2019). Ischemic Stroke:Symptoms, RiskFactors, AndPrevention. Medika Tadulako, Jurnal Ilmiah

Nugroho. 2020. Keperawatan Gerontik Dan Geriatrik. Jakarta: EGC.Pelajar.

Novianti IGASW, Jawi IM, Munawaroh M, Griadhi IPA, Muliarta M, Irfan M. Latihan jalan tandem lebih meningkatkan keseimbangan lansia daripada latihan balance strategy. Sport Fit J. 2018;5(1):66-76.

Perry & Potter. 2019. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta : EGC.

Potter, A & Perry, A. (2019). Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep Dasar Proses & Praktik, Vol 2, Edisi Keempat, EGC. Jakarta

PPNI. (2019). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (1st ed.). Tim Pokja SDKI DPP PPNI

Rantapadang, A & Tendean, A. (2019). Pengaruh Music Movement Therapy Terhadap Kemampuan Aktivitas Harian Pada Pasien Stroke. Vol 1(2)

R. Siregar, R. Gultom, and I. I. Sirait, “Pengaruh Latihan Jalan Tandem terhadap Keseimbangan Tubuh Lansia untuk mengurangi Resiko Jatuh di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai Sumatera Utara,” J. Healthc. Technol. Med.,vol. 6, no. 1, pp. 2615–109, 2020

Riyanto S, Wahyuni W. Pengaruh Tandem Walking Exercise dan Ankle Strategy terhadap Keseimbangan Dinamis pada Lansia di Posyandu Abadi I Gonilan. 9th Univ Res Colloqium. 2019;9(1):10-15.

RSUD. Dr.M.Yunus Bengkulu tahun 2020

Sari RP, Yani F, Fatmawati V. Perbedaan Pengaruh Tandem Gait Exercise dan Ankle Strategy Exercise terhadap Keseimbangan Pada Lanjut Usia. 2018;2(1):35-41

Septiyani.(2019). Panduan Praktis Pencegahan Dan Pengobatan Stroke.Jakarta : Bhuana Ilmu Populer.

Sudoyo, S and Iskandar, I.(2019) Ilmu Penyakit Dalam, 6, Vol 2 edn. Interna Publishibg

Susanto. 2016. Cekal (Cegahan Tungkal) Penyakit Modem. Yogyakarta : CVAndi

Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia

Word Health Organization.Global Stroke Report 2019. Switzerland: World HelathOrganization; 2019

Downloads

Published

30-06-2025

Citation Check