Efektifitas Pemberian Aromaterapi Peppermint Terhadap Gejala Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di IGD RSUP Tadjuddin Chalid

Authors

  • Wiwik Sri Pamularsih Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Ernasari Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Suci Hardiyanti Suharto Universitas Muslim Indonesia, Indonesia
  • Sajekti Tjahningrum Universitas Muslim Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33503/paradigma.v31i2.2382

Keywords:

Aromaterapi Peppermint; Infeksi Saluran Pernapasan Akut), Non, Farmakologis, Sputum, Ronkhi

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut adalah suatu penyakit infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus, bakteri atau kuman. ISPA diartikan sebagai suatu infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan karena terjadi nya penularan infeksius pada manusia ke manusia lainnya. Salah satu tindakan non-farmakologis yang dapat mengatasi ISPA adalah pemberian aromaterapi peppermint. Menthol sebagai bahan aktif utama yang terdapat dalam Peppermint yang dapat membantu melegakan hidung serta tenggorokan dan membuat napas menjadi lebih mudah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keefektifan pemberianaromaterapi peppermint untuk mengatasi masalah ISPA pada Tn. I Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Metode : Penelitian ini merupakan studi kasus, dilakukan pada pasien atas nama Tn. I berusia 42 tahun yang diberikan aromaterapi peppermint  untuk mengatasi masalah ISPA, pemberian terapi ini dalam waktu dua hari bertuturt-turut selama 5 menit.Penelitian dilakukan pada bulan April 2025. Hasil : Hasil dalam penelitian ini sebelum diberikan aromaterapi peppermint pasien mengeluh batuk tidak efektif, pilek, sulit mengeluarkan sputum, suara napas tambahan ronkhi dan demam. Sesudah diberikan aromaterapi peppermint menunjukkan batuk efektif meningkat, pilek menurun, sudah dapat mengeluarkan sputum dengan baik, suara napas tambahan menurun, dan demam menurun. Rekomendasi : Dari hasil analisa inovasi tindakan keperawatan yang didapatkan pada penelitian ini bahwa penggunaan Aromaterapi Peppermint sebagai upaya peningkatan bersihan jalan napas pada pasien imfeksi saluran pernapasan akut ini efektif untuk dilakukan. Kesimpulan: dari penelitian ini menunjukkan bahwa aromaterapi peppermint  efektif dalam mengatasi masalah ISPA pada Tn.I di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Oleh karena itu, diharapkan aromaterapi peppermint  dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ISPA yang dimana sebagai salah satu terapi non farmakologis.

References

Amelia, S. Astuti, N. (2020). Aromaterapi Peppermint Terhadap Masalah Keperawatan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Anak Dengan Bronkopneumonia. REAL in Nursing Journal, 1(2), 77. https://doi.org/10.32883/rnj.v1i2.266

Dengo, S. W. Amalia, L. (2023). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Puskesmas Kota Timur. Journal Health & Science : Gorontalo Journal and Science Community, 7(3), 275–280. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/gojhes/index

Dewi, S. U., & Oktavia, D. V. (2021). Penerapan Terapi Inhalasi Sederhana Dalam Peningkatan Bersihan Jalan Napas Pada Anak Dengan Ispa. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 5(2), 65. https://doi.org/10.52020/jkwgi.v5i2.3341

Dinkes. (2023). Profil Kesehatan Sulawesi Selatan Tahun 2023. Makassar : Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan.

Fretes, F. de Saogo, I. D. M. (2019). Manajemen Keluarga Terhadap Penanganan ISPA Berulang Pada Balita di Puskesmas Mangunsari Salatiga. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 2(2), 122–128.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan. Jakarta : Kemenkes RI. http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=2652619&val=2458 5&title=

Koerniawan, D. Srimiyati. (2020). Aplikasi Standari Proses Keperawatan : Diagnosis, Outcome dan Intervensi pada Asuhan Keperawatan. Jurnal Keperawatan Silampari, 3(2), 739–751.

Latifah, N. A, P. (2022). Efektivitas Penggunaan Aromaterapi Peppermint sebagai Upaya Meningkatkan Bersihan Jalan Napas pada Penderita ISPA di Rumah Sakit Umum Lirboyo Kota Kediri. Seminar Nasional Sains, 1(1), 317–322.

Muacevic, A., & Adler, R. J. (2021). Drug Therapies Affecting Renal Function: An Overview. Cureus Publihsing Beyond Open Acces, 13(11), 110–118.

Murfat, Z. Susilo, W. (2021). Penyuluhan dan Tatalaksana Etika Batuk Dan Bersin Sebagai Pencegahan Penyakit ISPA di Kabupaten Gowa. Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia, 2(1), 37–44. https://doi.org/10.33096/jpki.v2i1.122

Murgia, V. Marseglia, G. L. (2020). Upper Respiratory Tract Infection-Associated Acute Cough and the Urge to Cough: New Insights for Clinical Practice. Pediatric, Allergy, Immunology, and Pulmonology, 33(1), 3–11. https://doi.org/10.1089/ped.2019.1135

Nurhayati, N. Linlin, L. (2021). Effectiveness Of Peppermint Aromatherapy To Minimize Shortness Of Breath In Patients With Pulmonary Tuberculosis. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing), 7(3), 56–64. https://doi.org/10.33023/jikep.v7i3.827

PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia : Defenisi dan Indikator Diagnostik (1st ed.). DPP PPNI.

PPNI. (2018a). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia : Defenisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). DPP PPNI.

PPNI. (2018b). Standar Luaran Keperawatan Indonesia : Defenisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). DPP PPNI.

Ratnaningsih, E., & Benggu, N. I. (2020). Terapi Komplementer Dalam Mengatasi Ispa Pada Ibu Yang Memiliki Balita Di Dusun Setan Desa Maguwoharjo, Kelurahan Depok, Kabupaten Sleman. Jurnal Ilmu Kebidanan Dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health), 11(2), 8–18. https://doi.org/10.52299/jks.v11i2.66

Riyanti, A., & Emelia, R. (2021). Analisis Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Obat Batuk pada Pasien ISPA di Apotek Siaga-24 Cikampek. Jurnal Health Sains, 2(11), 1392–1407. https://doi.org/10.46799/jhs.v2i11.327

Salfia, B. N. S. Ridha, W. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ispa pada Balita di Puskesmas Cikuya Kabupaten Tangerang Tahun 2022. Environmental Occupational Health and Safety Journal •, 3(2), 115–118.

Saras, T. (2023). Aromaterapi : Memanfaatkan Aroma Untuk Kesehatan dan Kesejahteraan. Semarang : Tiram Media.

Situmeang, L. (2023). Pencegahan dan Pengendalian ISPA. Jawa Tengah : Eureka Media Aksara.

Sundara, A. K. Gunarti, N. S. (2022). Review Article : Aromaterapi Sebagai Terapi Stres Dan Gangguan Kecemasan. Jurnal Buana Farma, 2(2), 78–84. https://doi.org/10.36805/jbf.v2i2.396

Thomas, M., & Bomar, P. A. (2023). Upper Respiratory Tract Infection. New York : Statpearls Publishing.

Tooy, Tiana oktaviany. (2025). Hubungan Kondisi Lingkungan dengan Kejadian Infeksi Salran Pernapasan Akut Pada Orang DewasaDi Puskesmas Dumbo Raya. Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Jambara Axon Jurnal, Vol.2 No.1

World Health Organization. (2020). Pusat Pengobatan Infeksi Saluran Pernapasan

Akut Berat. World Health Organization. (WHO/2019- nCoV/SARI_treatment_center / 2020.1)

World Health Organization. (2022). Clinical Care for Severe Acute Respiratory Infection. World Health Organization. https://doi.org/10.36557/2674- 8169.2022v4n3p48-330

Downloads

Published

02-10-2025

Citation Check